Gunakan Cangkang Kerang, Siswi Ini Cegah Penyebaran Limbah

Gunakan Cangkang Kerang, Siswi Ini Cegah Penyebaran Limbah
(Istimewa) - Devina Grisella, siswi kelas XII SMA Santa Laurensia, Alam Sutera, Tangerang juarai ajang penelitian tingkat nasional.

TangerangTribun.com - Seorang siswi kelas XII SMA Santa Laurensia, Alam Sutera, Tangerang didapuk menjadi juara pertama di ajang penelitian tingkat nasional berkat eksperimennya. Murid bernama Devina Grisella ini bereksperimen tentang pencegahan limbah industri di perairan.

Bersama Christoper Prasetya Mulya, Devina melakuan risetnya tersebut. Keduanya berhasil menyedot perhatian juri dengan penelitian karya ilmiah yang dikompetisikan menggunakan cangkang kerang hijau.

“Yang melatar belakangi kami untuk melakukan ini karena pencemaran limbah yang sudah sangat meresahkan masyarakat,” ujar Devina di SMA Santa Laurensia, Alam Sutera, Tangerang, Rabu (13/12/2017).

Pencairan limbah tersebut, lanjut Devina, akan berdampak ke lapisan masyarakat. Ia juga meyakini jika para nelayan sangat merasakan imbasnya.

“Beberapa waktu lalu, ribuan ikan mati di Pantai Ancol. Oleh karena itu, kami tergerak untuk melakukan penelitian ini,” ucap dara manis berusia 17 tahun tersebut.

Devina bersama Christoper memilih bahan baku cangkang kerang hijau dalam eksperimennya. Banyak orang yang memakan kerang hanya dagingnya saja, setelah itu cangkangnya dicampakan.

“Padahal di dalam cangkang kerang itu mengandung zat yang dapat meminimalisir kontaminasi limbah di perairan,” kata Devina.

Ia menjelaskan zat yang terdapat di dalam cangkang kerang bisa menyerap limbah industri. Sehingga dengan eksperimen itu, kadar logam di perairan dapat dinetralisir.

“Ini terinspirasi dari ibu saya. Saya suka makan kerang. Ibu saya bilang, kalau makan kerang terus badan kita bisa menyerap logam berat,” ungkapnya tertawa lepas.

Terkait soal proses penelitian, Devina dan Christoper menjalani eksperimen ini selama dalam kurun waktu dua bulan. Dan dibantu oleh guru pembimbing sekolah dalam menuntaskan penelitiannya.

“Prosesnya awalnya kami hanya butuh sekitar 500 gram cangkang kerang hijau,” jelas Christoper.

Kemudian cangkang kerang ini dihaluskan. Lalu dilarutkan ke dalam air.

“Hasil cangkang yang dihaluskan dicampur ekstrak kayu bakau,” imbuhnya.

Setelah itu dimasukan ke dalam oven. Hanya tinggal tersisa partikel - partikel bentuk padat pada eksperimen ini.

“Hasil dari penelitian ini dimasukan ke dalam perairan seperti laut dan sungai. Kemudian partikel padat itu mengendap ke dalam, dan terjadi lah proses netralisasi limbah. Air menjadi jernih,” papar Christoper. (win)

(Visited 98 times, 1 visits today)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*