Tipu Puluhan Emak-emak Pengajian, Komisaris Gadungan Ini Dicokok Polisi

Tangerangtribun.com– Tim Garuda Polres Kota Bandara Soekarno Hatta menangkap Komisaris Utama PT. Duta Karya Bersama berinisial A, pada Selasa (12/11/2019).

Wanita asal Bontang Kalimantan Timur tersebut terpaksa menjadi tahanan kepolisian Polres Kota Bandara Soekarno Hatta Tangerang, lantaran telah melakukan penipuan terhadap 45 orang ibu-ibu pengajian majelis untuk bertamu ke rumah allah SWT ke tanah suci Mekkah.

Dengan modus merekrut jadi jamaah umroh dan mengenakan biaya 20 juta/orang dan berdalih memiliki biro travel perjalanan haji dan umroh yang profesional kepada korbannya. Tersangka (A) pun berhasil memikat hati para emak-emak untuk melaksanakan umrah ke tanah suci.

Namun usaha kotor tersangka (A) tersebut dapat dicegah oleh petugas kepolisian Bandara Soetta setelah mendapat laporan dari para korban yang terlunta-lunta di Terminal 3 Bandara Soetta, dan bergegas melakuan penyelidikan mendalam.

Kapolres Bandara Soetta, AKBP Arie Ardian Rishadi menjelaskan ikhwal pengungkapan travel umrah ecek-ecek tersebut terungkap dari adanya laporan sejumlah jemaah umrah yang terlantar selama kurang lebih delapan hari di sebuah hotel di Rawa Bokor, Kota Tangerang.

“Jadi mereka berangkat dari Bontang Kalimantan Timur terus menuju ke Jakarta untuk berangkat ke Mekah melaksanakan ibadah umrah. Di sini mereka diinapkan selama 4 hari setelah. Namun, setelah empat hari, ternyata mereka tidak berangkat diperpanjang lagi 4 hari dan tetap tidak berangkat,” kata AKBP Arie di Polresta Bandara Soetta, Tangerang, Selasa (12/11/2019) saat melakukan press rilis kasus bersama pewarta.

“Kami interogasi, ternyata puluhan calon jemaah umrah dari travel Duta Baitul tersebut hanya diinapkan di salah satu hotel di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Padahal masing-masing calon jemaah tersebut telah menyerahkan uang sebesar Rp 21 juta kepada A,” ungkapnya.

Mendapat adanya laporan tersebut, Polres Bandara Soetta langsung berkoordinasi dengan Kementerian Agama. Diketahuilah bahwa travel umrah Duta Baitul tidak terdaftar di Kementerian Agama alias ilegal.

Team Garuda Sat Reskrim Polresta Bandara Soetta pun langsung mengambil tindakan dan penyelidikan.

“Tersangka A kita tangkap di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan pada Rabu (30/10/2019) lalu. Dan tersangka bertindak seolah-olah sebagai penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) yang resmi. Padahal, yang bersangkutan tidak memiliki ijin serta persyaratan lain untuk memberangkatkan calon jemaah umrah. Alhasil, tersangka langsung kami amankan untuk kami proses,” jelasnya.

“Tersangka dijerat denan pasal 122 Jo Pasal 115 UU RI Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah karena tanpa hak bertindak sebagai PPIU. Ancaman hukumannya penjara 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp 6 milyar. Kasus ini kami kembangkan, sampai kita dapatkan uang para calon jamaah diketahui kemana hilangnya. Karena saat kami proses, tersangka juga mengaku tertipu juga oleh pihak lain,” tegasnya.

Tak hanya itu saja, orang nomor satu di Polres Kota Bandara Soetta itu berpesan kepada masyarakat untuk memilih agen travel yang resmi apabila ingin melaksanakan umrah dan haji ke anah suci.

“Saya menghimbau kepada masyarakat luas, jika ingin pergi haji dan umrah ke tanah suci. Hendaknya, cek dulu dengan teliti agen travelnya. Mulai dari persyaratan PPIU, sampai ijin resmi yang diberikan oleh Kementrian Agama RI. Jangan sampai, masyarakat yang berada di perkotaan dan di pedesaan menjadi korban oleh penyelenggara umrah dan haji yang gak jelas,” imbaunya. (Sam)

(Visited 2,515 times, 1 visits today)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*