Terkait PPDB, Pengamat Menilai Pemkot Tangerang Menciderai Perasaan Orangtua Murid

IBNU JANDI
Direktur Lembaga Kebijakan Publik Tangerang, Ibnu Jandi, S.Sos. MM. [Istimewa]

TangerangTribun.com – Pelaksanaan Pendaftaran Penerimaan Didik Baru (PPDB) tingkat SMP Negeri di Kota Tangerang mendapat sorotan khusus dari sejumlah pengamat pelayanan publik. Direktur Lembaga Kebijakan Publik Tangerang, Ibnu Jandi menilai bahwa PPDB tahun ini sangat menciderai perasaan orangtua murid.

Pasalnya seperti yang terjadi pada Senin (9/7/2018) kemarin, sejumlah wali murid melakukan aksi demo di SMP N 23 Kota Tangerang. Mereka meradang putra putrinya tak lolos dalam hasil seleksi PPDB di sekolah itu.

Bahkan aksi pun berlangsung memanas. Pintu gerbang SMP N 23 Kota Tangerang diisolasi oleh para pendemo ini.

“Saya duga Kadis Pendidikan Kota Tangerang terlalu diskriminatif. Meremehkan dan merendahkan derajat pendemo kemarin,” ujar Jandi, Selasa (10/7/2018).

Seperti diketahui, Kadis Pendidikan Kota Tangerang, Abduh Surahman sempat mendatangi lokasi aksi. Dirinya juga menggelar sesi tanya jawab dan memberikan solusi.

“Jadi sistem yang kami terapkan bedasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, terkait sistem zonasi. Jadi bagi yang tidak diterima, lebih baik masuk ke SMP swasta dahulu, karena SPP-nya sudah kami gratiskan,” ucap Abduh kemarin.

Menurut Jandi, perkataan seorang Kepala Dinas itu tidak bertanggung jawab. Bahkan tidak profesional serta terkesan meremehkan sikap para orangtua yang dimaksud.

“Orang tua dan anak didik juga tahu kalau enggak diterima di Sekolah Negeri ya ke swasta. Tapi bukan itu yg dimaksud oleh para pendemo yang ingin bisa masuk ke SMP N 23 tersebut. Mereka mengharapkan keadilan, kepatutan, kepantasan serta solusi dan bukan kezoliman,” kata Jandi. (sam)

(Visited 359 times, 1 visits today)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*