POK Kupang dan FBR Bentrok di Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang

ilustrasi bentrok
(Istimewa) - Ilustrasi bentrokan antar Ormas.

TangerangTribun.com – Akibat adanya kesalahpahaman, bentrokan antar Ormas terjadi di Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang pada Sabtu (30/12/2017) pukul 18.00 WIB. Sebanyak tiga orang menjadi korban dalam insiden itu yakni seorang dari pihak Pembinaan Organisasi dan Keanggotaan (POK) Kupang dan dua orang dari pedagang pasar.

Korban dari POK Kupang bernama Marselinus Subun (27) asal Kuisili, Kecamatan Bikomi, Kabupaten Timur Tengah Utara, Kupang. Dirinya mengalami luka robek bagian hidung dan punggung.

Sementara korban lainnya bernama Siswanto (48) asal Magelang. Pria yang berprofesi sebagai pedagang yang beralamat KTP di Kabupaten Bandung ini menderita memar di bagian pipi kiri.

Sanan (25) yang juga berprofesi sebagai pedagangng ikut menjadi korban. Lelaki yang memiliki alamat di Desa Cicadas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor ini mendapat luka robek di bagian kepala akibat pukulan batu.

Berdasarkan keterangan dari para saksi kejadian, peristiwa tersebut berawal ketika pihak manajemen Pasar Induk Tanah Tinggi yang diawali H. Ahmad dengan didamping sekitar sepuluh orang anggota FBR ingin memberikan surat sosialisasi. Surat itu berupa undangan kepada para pedagang dalam rangka pertemuan antara pedagang pasar dengan pihak manajemen yang akan dilaksanakan pada tanggal 4 Januari 2018 pukul 15.00 WIB mendatang, berlokasi di kantor Pasar Induk Tanah Tinggi.

Pada saat petugas sosialisasi tiba di lapak Siswanto, kemudian padagang pasar itu (Siswanto) berteriak dengan kata-kata provokator. Selanjutnya H. Ahmad memukul Siswanto dan mengamankannya ke kantor Pasar Induk Tanah Tinggi.

Para pedagang yang mengetahui kejadian tersebut pun beramai-ramai mengejar POK FBR.  Akibatnya POK FBR lari ke luar pasar untuk menghindari amukan massa.

Setelah insiden tersebut, barulah beredar isu bahwa POK FBR akan menyerang POK Kupang. Dan pada pukul 19.00 WIB sekitar 250 orang POK Kupang berkumpul di Pasar Induk Tanah Tinggi sambil mencari POK FBR.

Dalam peristiwa itu seorang kontributor TV One bernama Kusnaedi (35) turut menjadi korban. Dirinya mendapat serangan dari POK Kupang lantaran tidak mau diliput. (san)

(Visited 318 times, 1 visits today)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*