Pelaku Pencurian Listrik di Tangerang Divonis 3,5 Tahun Penjara

SIDANG KASUS PENCURIAN LISTRIK
Sidang kasus pencurian listrik, Rabu (23/5/2018) di Pengadilan Negeri Tangerang. [Istimewa]

TangerangTribun.com – Pengadilan Negeri Tangerang memvonis Sutrisno (44 th) warga Kelurahan Cimone, Tangerang dengan hukuman 3,5 tahun penjara dan denda sebesar Rp120 juta subsidair 6 bulan penjara atas kasus pencurian listrik yang menjeratnya. Putusan dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang dalam sidang yang dibuka untuk umum pada Rabu, 23 Mei 2018.

Dalam dakwaannya pada berkas terpisah, Jaksa Penuntut Umum mendakwa Sutrisno melanggar ketentuan Pasal 51 ayat (3) UU No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan jo. Pasal 55 KUHP atas perbuatannya memberikan jasa penyambungan listrik ilegal dari jaringan listrik milik PLN ke CV Cemerlang yang merupakan sebuah usaha konveksi yang dimiliki oleh Johan (dalam berkas terpisah ditetapkan sebagai Tersangka). Sutrisno yang memberikan jasa penyambungan ilegal, menarik biaya tagihan listrik sebesar Rp 1,5 juta kepada Johan setiap bulannya.

Perbuatan ini telah berlangsung sejak tahun 2015. Atas tindakannya ini, PLN dirugikan lebih kurang sebesar Rp 1 milyar. Adapun kerugian negara ini sudah dikembalikan oleh pihak CV Cemerlang. Dalam proses pemeriksaan perkara di persidangan, Jaksa Penuntut Umum menuntut Terdakwa dengan tuntutan 3 tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 juta subsidair 6 bulan penjara.

Pada putusannya dalam perkara ini, Majelis Hakim memvonis Terdakwa dengan pidana penjara selama 2,5 tahun dan denda Rp 100 juta subsidair 3 bulan penjara.

Pada berkas perkara lainnya, Terdakwa juga dijerat dengan dakwaan melanggar ketentuan Pasal 51 ayat (3) UU No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan jo. Pasal 55 KUHP atas perbuatannya menyambung saluran listrik secara melawan hukum dari jaringan milik PLN ke distro Blood di daerah Cimone, Tangerang.

Perbuatan ini merugikan PLN sebesar kurang lebih Rp 130 juta. Adapun kerugian ini juga sudah dikembalikan oleh pihak distro Blood. Pada perkara ini, Jaksa Penuntut Umum menuntut terdakwa Sutrisno dengan tuntutan pidana penjara selama 2 tahun dan denda sebesar Rp 100 juta subsidair 6 bulan penjara.

Dalam proses pemeriksaan perkara yang digelar di Pengadilan Negeri Tangerang tersebut, terdakwa Sutrisno mengaku bersalah dan menyesal atas perbuatannya serta memohon pada Majelis Hakim untuk diringankan pidana yang dijatuhkan padanya dengan alasan masih memiliki tanggungan 2 orang istri dan 4 orang anak. Majelis Hakim memvonis terdakwa lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yakni dengan pidana penjara selama 1 tahun dan denda Rp 20 juta subsidair 3 bulan penjara.

Akumulasi hukuman terdakwa menjadi 3,5 tahun dan denda sebesar Rp 120 juta subsidair 6 bulan penjara. Atas putusan Majelis Hakim ini, terdakwa menyatakan memerlukan waktu untuk berpikir apakah akan mengajukan upaya hukum atau tidak.

Pada tanggal 25 Januari 2018, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bersama PT PLN (Persero) Distribusi Banten dan Polda Metro Jaya melakukan operasi Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) di Wilayah Cibodas danĀ  Jatiuwung, Tangerang. PPNS bersama PLN dan juga Polda Metro Jaya melakukan penyisiran di beberapa titik lokasi yang terindikasi maraknya pencurian listrik. Pada temuannya, PPNS menertibkan dan mengamankan terduga oknum pencuri listrik adalah terdakwa Sutrisno.

Dalam perkembangan penyidikan diketahui bahwa modus operandi yang dilakukan Sutrisno adalah dengan memberikan jasa penyambungan listrik ilegal kepada warga sekitar baik dalam pasang baru maupun penambahan daya, sehingga setiap bulannya para pengguna listrik ilegal tersebut membayar tagihan listrik bulanan kepada Sutrisno. Tindakan ini sudah berlangsung sejak tahun 2015. Hingga berita ini diturunkan, PPNS dan PLN masih terus melakukan pendalaman perkara untuk menindak pihak-pihak lain yang terlibat. (sam)

(Visited 1,079 times, 1 visits today)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*