Order Fiktif, Motor Tukang Bubur Dibawa Kabur Tukang Ojek

Foto suasana saat acara press rilis kasus Penipuan dan Penadahan kendaraan bermotor roda dua dengan modus masuk area parkir Bandara Soekarno Hatta, Kamis (16/10/2020).

TangerangTribun.com – Nasib malang menimpa Rasidi (34) satu dari penjual bubur ayam yang biasa mangkal berdagang di wilayah Nagrak, Cadas Kab. Tangerang ini menjadi korban penipuan seorang tukang ojek pangkalan yang berlatar belakang residivis.

Lelaki asal Padasuka, Kec. Petir Kab. Serang Banten tersebut dikelabui dengan modus orderan 500 porsi bubur ayam untuk karyawan Bandara Soekarno Hatta oleh seseorang yang baru 2 hari ia kenal di lokasinya berdagang.

Pelaku tersebut berinisial D (48), seorang tukang ojek pangkalan yang kerap mangkal di bilangan Neglasari, Kota Tangerang.

Dengan modus membohongi korban bahwa ia bekerja di Bandara Soekarno Hatta dan memperpanjang kartu PAS Bandara. ia pun berhasil mengelabui dan membawa kabur motor Yamaha NMAX kreditan milik Korban ke Pandeglang Banten dan untuk ia jual.

Kasatreskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol. Alexander Yuriko mengatakan bahwa tersangka D alis G ini sehari-harinya berprofesi sebagai tukang ojek pangkalan yang juga merupakan residivis dengan kasus yang serupa,” ungkapnya saat menggelar press rilis kasus pada Kamis, (15/10/2020) di Taman Integritas Polresta Bandara Soetta.

“Mereka baru saling mengenal 2 hari. Dengan modus orderan fiktif 500 porsi bubur ayam untuk karyawan dan modus memperpanjang PAS bandara. Tersangka berhasil mengelabui dan membawa serta sekaligus menjual kendaraan korbannya ke wilayah Pandeglang Banten. Alhamdulillah, selama 3 hari tim Garuda Satreskrim Polresta Bandara Soetta melakukan penyelidikan dan pengembangan. Tim kami berhasil menangkap tersangka G dan beserta 9 penadah lainnya di wilayah Banten” jelasnya.

“Kita kejar mereka sampai dapat, baik motor maupun tersangkanya. Mengingat, korban masih proses masih mencicil 18 kali bayar lagi kendaraannya. Karena kita pun tahu konsekuensinya, jika unit hilang dan tidak ditemukan. Korban harus tetap melunasi pembayaran yang sudah ditentukan,” ucap Alexander seketika menyeka betel rambutnya yang tersisir rapih kesamping kanan.

Alex menyebut, kini para pelaku tersebut sudah berhasil diamankan. Dan akan menjalankan hukuman 4 tahun penjara.

“Mereka dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pasal 480 KUHP tentang Penadahan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” tukasnya. (Sam)

(Visited 2,013 times, 1 visits today)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*