Menjadi Pendongeng Adalah Bukti Nyata Kaya Literasi

TangerangTribun.com, TANGERANG – Budaya mendongeng yang menjadi rujukan para orang tua zaman dulu mulai memudar dan terkikis oleh zaman, digitalisasi melahirkan generasi dengan dunia gadget yang menjadi keseharian anak-anak di generasi Y, X dan Z.

“Saat ini anak-anak lebih giat dan rajin dengan gadgetnya masing-masing sehingga melahirkan generasi yang individual dan kurang ramah dalam lingkungan sosial,” terang Bupati dalam sambutan Pembukaan Final Lomba mendongeng, Selasa (8/10), yang dilaksanakan di bioskop Perpustakaan Kabupaten Tangerang.

Orang nomor dua di Kabupaten Tangerang ini mengatakan, mendongeng meski hanya kegiatan rutinitas pada jaman dulu yang dilakukan menjelang tidur, kini kegiatan ini harus kita kemas dalam sebuah yang lebih formil dan bisa dinikmati oleh para generasi milenial. Dengan tidak mengurangi minat membacanya, karena mendongeng tanpa dibarengi dengan literasi melahirkan cerita yang kurang pas.

“Harapannya semangat dan upaya meningkatkan minat membaca bagi masyarakat dapat dirasakan secara nyata di lomba bercerita Rakyat Tangerang ini,” ungkap Wabup.

Karena perlu kita ketahui bersama, ungkap Madromli, gadget atau modernisasi digitalisasi jaman juga berdampak positif, belajar bukan hanya dari buku, tapi dari bentuk dan metoda yang lain dengan memanfaatkan gadget sebagai alat belajar. Sehingga perkembangan siswa siswi atau generasi milenial ini mampu mengaktualisasikan diri dalam berdongeng tanpa kekurangan literasi.

“Ketika tehnologi digital bisa dimaksimalkan keberadaannya, maka yakinlah generasi milenial kita juga mampu dan bisa menjadi Pendongeng yang handal karena memiliki literasi yang kuat dengan tingginya budaya baca melalui pemanfaatan tehnologi ini,” ungkap Madromli pria asli warga Balaraja.

Sementara itu, Hadisa Masyur Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang menambahkan Final Lomba bercerita rakyat Tangerang selain menambah pengalaman siswa siswi SD, MI, SMP dan MTs kegiatan lomba ininpun meningkatkan gemar membaca sejauh mana siswa siswi gemar membaca baik cerita lokal dan cerita umum.

“Setelah lomba hasil lomba tingkat kabupaten tangerang ini, pemenang kita ikut sertakan lomba bercerita tingkat provinsi maupun nasional,” jelas Kadis.

Sebelumnya Lomba Bercerita ini sudah dilaksanakan di setiap zona wilayah, baik wilayah utara di Kecamatan Mauk, wilayah selatan Pagedangan, wilayah tengah Kecamatan Curug dan Wilayah barat di Kecamatan Kresek. Kita ambil juara satu dan juara dua. Finalnya saat ini dilaksanakan dengan dewan juri yang berkompeten di bidangnya.

“Hasil seleksi kemarin, kita final kan di Dinas Perputakaan dan mereka akan bertarung siapa saja yang terbaik menggali cerita-cerita Lokal Rakyat Tangerang,” ungkapnya. (sam/infokom)

(Visited 328 times, 1 visits today)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*