Kecelakaan Bus Maut Subang, Begini Kondisi Korban Selamat di RSUD Tangsel

Bus rombongan wisata terguling di Tanjakan Emen, Subang, Sabtu (10/2/2018). [Istimewa]
Bus rombongan wisata terguling di Tanjakan Emen, Subang, Sabtu (10/2/2018). [Istimewa]

TangerangTribun.com – Korban selamat dalam kecelakaan maut di Tanjakan Emen, Subang masih menjalani perawatan intensif di RSUD Tangerang Selatan. Mereka yang tergabung dalam rombongan bus dari warga Ciputat, Tangerang Selatan tampak mengerang kesakitan di ruang IGD RSUD Tangsel.

Bambang (27) satu dari korban yang selamat terlihat terkulai lemah. Ia tergolek di ranjang perawatan dengan penuh luka dan perban.

Pria berusia 27 tahun tersebut mengalami luka di tangan dan kakinya. Bambang pun belum bisa banyak komentar dan hanya merasakan perih akibat insiden kecelakaan maut yang merenggut 27 korban jiwa ini.

“Belum bisa diajak ngobrol anak saya,” ujar Selamet (54) ayahanda Bambang saat ditemui awak media di Ruang IGD RSUD Tangerang Selatan, Selasa (12/2/2018).

Selamet pun mengucapkan syukur. Pasalnya anaknya selamat dari peristiwa tersebut.

“Alhamdulillah ketolong, anak saya penuh luka. Tadi dalam proses jahitan,” ucapnya.

Ia sebagai orangtua tak kuasa melarang putranya ini untuk berpergian. Bambang sempat meminta izin kepada dirinya untuk ikut berekreasi ke Lembang, Bandung.

“Anak saya kan sudah gede, masa saya larang – larang. Dia bukan anggota Koperasi Permata, cuma warga sekitar saja yang ikut dalam rombongan,” kata Selamet.

Selamet berharap agar Bambang segera lekas pulih. Terlebih saat ini kondisi kesehatannya sudah berangsur membaik.

“Ya keadaannya sampai sekarang masih mengalami trauma,” ungkapnya.

Hal tersebut dijelaskan pula oleh Direktur RSUD Tangerang Selatan, Suhara Manullang. Ia mengungkapkan saat ini ada 13 pasien korban yang selamat masih menjalani pengobatan.

Ia menyebut ada dua pasien luka serius yang rencananya akan melakukan operasi. Di antaranya Darsiah (64) dan Supriyono (58).

“Lukanya di bagian tangan dan kaki. Makanya dioperasi reposisi pelepasan gips,” imbuh Suhara.

Ia merinci sebelumnya ada 16 korban yang sempat dirawat di RSUD Tangerang Selatan. Namun tiga korban lainnya sudah diizinkan pulang atas permintaan keluarganya.

“Ada sebagian pulang ke rumah masing – masing. Kami juga sudah memberikan penjelasan dan pendataan,” tuturnya.

Sementara itu, Elmira bocah berusia tiga tahun satu dari korban yang selamat kondisinya semakin memprihatinkan. Dia yang sebelumnya dirawat di RSUD Tangsel harus dirujuk ke RSU Tarakan, Jakarta.

“Kondisinya kritis, akhirnya dirujuk. Karena membutuhkan ruang perawatan PICU,” beber Suhara.

Menurutnya, korban mengalami luka di bagian kepala dan wajah. Elmira saat itu diajak oleh ibundanya yakni Sri Matiningsih dalam bus rombongan maut tersebut.

Nasib bocah ini pun semakin malang saja. Nyawa ibunya tak tertolong dalam kecelakaan di Tanjakan Emen yang terjadi pada Sabtu (10/2/2018) lalu.

“KTP orangtuanya di Depok. Tapi mereka bertempat tinggal di Tangsel. Untuk pengobatan sudah dijamin oleh Pemkot Tangsel,” paparnya. (win)

(Visited 112 times, 1 visits today)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*