Jembatan Kedaung Dibuka, Pengusaha Eretan Stroke

Jembatan Kedaung Dibuka, Pengusaha Eretan Stroke
(TangerangTribun.com/Sam) - Jembatan Kedaung, Tangerang.

TangerangTribun.com – Pasca dibukanya Jembatan Kedaung sebagai sarana transportasi baru, meninggalkan dampak sendiri di antara masyarakat bantaran kali Cisadane. Salah satunya adalah efek  yang dialami para pemilik eretan yang berada di bantaran kali Cisadane yang letaknya tidak jauh dari Jembatan Kedaung.

Hal tersebut dirasakan Samuel (28) satu pekerja eretan yang saat ini profesinya menjadi Pemulung. Ia mengungkapkan perasaannya kepada TangerangTribun.com saat berada di pinggir jalan eretan, Kamis (7/12/2017) pukul 10.30 WIB.

“Sewaktu saya masih narik perahu, sehari saya mendapat upah Rp150 ribu mas, ada buat simpanan juga mas,” ucapnya.

Akan tetapi, setelah Jembatan Kedaung terbangun yang terbentang sebagai jalur penghubung antara Kedaung Wetan dan Kedaung Barat, menyebabkan 5  pengusaha perahu eretan mengalami gulung tikar, dan harus menelan pil pahit untuk pengusaha dan pekerjanya.

“Semenjak adanya jembatan, penumpang eretan lama lama sepi. Terakhir narik eretan cuma dapet Rp20 ribu doang, gimana buat
ada pemasukan buat saya mas? Buat setoran ke boss aja enggak cukup,”  kata Samuel sambil membersihkan hasil pulungannya.

“Saya terpaksa mulung, karena susah cari kerja mas! Sekolah SD aja enggak lulus, jadi gak punya ijazah mas,” imbuhnya.

Seperti yang diketahui, di wilayah Kedaung, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang ada 5 usaha eretan yang tutup yakni Eretan Baru, Eretan Ujung, Eretan 1, Eretan 2 dan Eretan 3 yang tak jauh lokasinya dari SDN 3 Kedaung Wetan mengalami hal yang serupa dengan eretan yang lainnya.

Hal senada pun diucapkan Ecep (40) warga Kedaung Wetan yang merupakan salah satu pekerja Eretan 3 Gang Macan.

“Eretan udah tutup, boss saya sekarang Stroke mas…! Saya aja sampe sekarang belom dapet kerjaan, begitu juga temen-temen saya yang dulu narik eretan belom pada kerja mas,” tuturnya.

“Kesel saya bang sama Jembatan Kedaung, ngilangin rejeki orang mas! Khususnya warga yang tinggal di pinggiran kali seperti saya yang kerjanya cuma narik eretan, mau kerja di pabrik belom ada lowongan dan sampe sekarang saya masih nganggur,” keluhnya lagi.

Ia pun berharap Pemerintah harus lebih bijaksana dalam melakukan infrastruktur pembangunan dengan memikirkan dampak sebelumnya yang akan terjadi. Apabila pembangunan tersebut dilakukan pasti ada pihak yang dirugikan seperti masyarakat setempat yang salah satunta bergantung hidup dari penarikan eretan.

“Saya berharap kepada pemerintah, bisa lebih adil kepada masyrakatnya, minimal bisa memberikan pekerjaan baru buat seluruh pekerja eretan yang ada di Kedaung dan masih menjadi pengangguran sampai sekarang,” harap Cecep dengan nada parau. (sam)

(Visited 108 times, 1 visits today)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*