Jelang Akhir Tahun, Empat WNA Diamankan Petugas Bandara Soetta

TangerangTribun.com, BANDARA – Momen akhir tahun biasanya dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakat untuk mepersiapkan diri serta merencanakan destinasi ataupun penganggaran untuk menikmati momen Libur panjang. Berbagai agen wisata pun mulai berbondong-bondong menawarkan paket tur menggiurkan untuk menarik pelanggan jika melihat tren, selalu terjadi peningkatan lalu lintas orang ke tanah air dari luar negeri pada periode menjelang akhir tahun hingga tahun baru yang didominasi oleh turis domestik dan turis asing yang sedang menikmati liburannya. Peningkatan lalu lintas orang tentunya sejalan dengan peningkatan lalu lintas barang yang keluar dan masuk Indonesia.

Bea cukai sebagai Institusi yang berada di garda terdepan dalam melakukan pengawasan atas lalu lintas barang tentunya harus semakin waspada menyambut kuantitas arus barang yang meningkat tersebut. Sinergi bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), Bareskrim Polri serta Polresta Bandara Soekarno-Hatta selama bulan oktober dan november tahun 2019, bea cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan barang terlarang sebanyak 1.883 gram Methamphetamine, 2.035 butir pil Ekstasi, serta 965 gram Ketamine.

Total kasus penyelundupan narkoba ini tediri dari empat kasus, satu kasus dilakukan dengan modus barang kiriman. sedangkan tiga kasus dilakukan dengan modus barang penumpang. Jumlah tersangka yang berhasil diamankan sebanyak empat orang yang keseluruhannya merupakan warga negara asing (WNA).

Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor PelayananUtama (KPU BC) Tipe C Soekamo-Hatta pada hari Selasa. 19 November 2019, Finari Manan selaku Kepala KPU BC Tipe C Soekarno-Hatta menjelaskan kronologi empat kasus penyelundupan narkotika ini kepada awak media.

Penggagalan Penyelundupan Ekstasi melalui Terminal Kargo (Gudang lmpor Perusahaan Jasa Titipan) Bandara Soekarno Hatta.

Kasus pertama, pada hari Selasa (08/10/2019), berdasarkan hasil Xray yang dilakukan oleh petugas dicurigai satu paket barang kiriman dengan asal pengirim Perancis. Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam ditemukan barang berupa dua set tempat penyimpanan pakaian yang dapat dilpat dan digantung (organized compartment) yang didalamnya masing-masing disembunyikan papan kardus berisi pil berwarna yang bertuliskan antara lain Vodafone, Lebara, kpn, dan EA, dengan total sembilan papan kardus berisi 2.035 butir pil.

Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap pil tersebut dengan alat uji Narkotika dan kedapatan positif MDMA (Metilendioksimetamfetamina) atau Ekstasi. Koordinasi Controleled Delivery dilakukan dengan pihak BNN bersama tim gabungan yang terdiri Kanwil Bea Cukai Sumatera bagian barat, Bea Cukai Teluk Bayur, dan Badan Narkotika Nasional serta berkoordinasi dengan pihak perusahaan kurir di Batusangkar, Sumatera Barat untuk mengetahui kemungkinan tersangka lainnya yang hingga saat ini masih dalam proses pengembangan.

Penggagalan Penyelundupan Methamphetamine dan Ketamine melalui Terminal Kedatangan lnternasional Bandara Soekarno Hatta.

Kasus kedua, pada hari Kamis (17/10/2019) di Terminal 2F, berdasarkan hasil profilling dari petugas terhadap penumpang ex-pesawat Malinda Air dengan rute penerbangan Chennai-Kuala Lumpur-Jakarta dilakukan pemeriksaan atas barang penumpang berinisial CCR (pria, 62 th, warga negara India).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, didapati enam buah kain India yang dilipat rapi yang di Iipatannya disembunyikan kemasan plastik berisi kristal bening dengan berat bruto 1.056 gram. Selanjutnya, dilakukan pengujian terhadap kristal bening tersebut dengan alat uji narkotika dan didapati positif Methampetamine.

Koordinasi Controlled Delivery (CD) dilakukan dengan pihak Bareskrim Polri.

Selanjutnya, kasus ketiga, pada hari Selasa (29/10) di Terminal 3, berdasarkan hasil profiling dari petugas terhadap penumpang ex-pesawat Ethiopian Airline dengan rute Conakry-Abidjan~Addis Ababa-Jakarta dilakukan pemeriksaan atas barang penumpang berinisial MA (wanita, 62 th, warga negara Ghana). Hasil pemeriksaan barang kedapatan negatif temuan. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan badan dan ditemukan 47 (empat puluh tujuh) butir kapsul plastik berisi kristal bening yang diselipkan pada pakaian dalam dan di antara anggota badan.

Jumlah total berat bruto barang 827 gram dan dari hasil uji narkotika kristal bening tersebut didapati positif Methamphetamine. Adapun penumpang tersebut pada saat datang, di dalam terminal dijemput oleh pihak dari PT A yang bergerak di bidang jasa travel.

Koordinasi Control Delivery dilakukan dengan pihak Polresta Bandara Soekarno Hatta untuk dilakukan penyelidikan, apakah ada bukti yang mengarah adanya keterkaitan antara jasa travel dengan jaringan narkotika. Namun, hingga saat ini masih dalam proses pengembangan

Kasus terakhir, terjadi pada hari Selasa (05/11/2019) di Terminal 2F, berdasarkan hasil Xray yang dilakukan oleh petugas atas barang dua orang penumpang ex-pesawat Air Asia dengan nomor rute Guangzhou-Kuala Lumpur-Jakarta dengan inisial RB (Pria, 28 th) dan HB (Pria. 25 th) yang keduanya berkewarganegaraan China dicurigai adanya pencitraan yang perlu untuk diteliti lebih mendalam. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik atas barang berupa tas tangan dan tas punggung didapati negatif temuan.

Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan atas bagasi dan didapati pakaian-pakaian perempuan dan handuk berwarna putih yang di lipatannya disembunyikan serbuk kristal putih. Dilakukan pengujian terhadap serbuk kristal putih tersebut dan didapati positif Ketamine sejumlah 965 gram. Koordinasi CDO dilakukan dengan pihak Polresta Bandara Soekarno Hatta, akan tetapi hingga saat ini masih dalam proses pengembangan terkait tersangka lain yang terlibat.

Dalam kesempatan ini, Finari Manan selaku Kepala KPU Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta mengingatkan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, para pelaku dapat diancam dengan hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum Rp 10 miliar ditambah 1/3 dalam hal barang bukti melebihi 1 kilogram.

Finari pun menambahkan bahwa upaya pemberantasan narkotika ini bukan hanya merupakan tugas aparat hukum saja, melainkan juga dibutuhkan peran aktif masyarakat dalam membendung peredaran narkotika dan melindungi generasi penerus bangsa dari penyalahgunaan narkotika itu sendiri. (sam)

(Visited 339 times, 1 visits today)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*