Jadi Sukarelawan Sejati Lindungi Anak, Menteri Bintang Kukuhkan 560 Aktivis PATBM KAMI BERLIAN

TangerangTribun.com, JAKARTA – “Tidak boleh ada air mata dalam memenuhi hak dan perlindungan anak. Kita semua harus terus semangat lindungi anak – anak kita. Aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dan Fasilitator Daerah adalah sukarelawan sejati. Mereka memiliki niat yang tulus dan ikhlas dalam memenuhi hak dan melindungi anak – anak Indonesia,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga di depan 500 lebih Aktivis PATBM dalam Acara Puncak Jambore Nasional Kader Masyarakat Indonesia Bersama Lindungi Anak (KAMI BERLIAN).

Gerakan PATBM yang diinisiasi sejak 2016 di 136 desa model menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak dan perlindungan bagi anak-anak kita di seluruh Indonesia. Beberapa pengalaman di daerah membuktikan bahwa konsep PATBM benar – benar mampu menumbuhkan isiniasi masyarakat dalam menemukenali, menelaah, memahami, dan mengambil inisiatif untuk memecahkan permasalahan yang ada secara mandiri. Indikator keberhasilan PATBM di antaranya mampu mengenali norma positif ( mengembangkan norma positif ) dan mengenali norma negatif di sekeliling mereka, meningkatkan keterampilan pola asuh antara anak, orang tua, masyarakat), mampu merespon kasus.

Selain mengukuhkan 560 Aktivis PATBM KAMI BERLIAN, Menteri Bintang juga menyerahkan penghargaan kepada 20 Aparat Penegak Hukum (APH), Polri dan Polda Metro Jaya atas keberhasilan mereka dalam menindaklanjuti laporan kasus kekerasan terhadap anak.

Menteri Bintang juga mengatakan bahwa Kementerian/Lembaga (K/L), Pemerintah Daerah dan semua pihak termasuk masyarakat dan orang tua harus bersinergi untuk mendukung penurunan angka kekerasan terhadap anak, tidak terkecuali para APH, Polri, dan Jaksa.

Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto yakin dengan dukungan Aktivis PATBM maka Indonesia harus optimis wujudkan perlindungan anak. “Malam ini adalah saksi sejarah bagi perjalanan hidup kita. Sebagai orang – orang yang mengawali dalam mengambil peranan untuk perlindungan anak, saya yakin Republik Indonesia akan mencatat sejarah terkait usaha para Aktivis PATBM. Kita jangan pernah menyerah, banyak anak bangsa yang ingin ikut mengupayakan perlindungan anak. Dengan adanya kebersamaan dari banyak stakeholder, kita harus optimis. Hal ini juga tercermin dari wajah para Aktivis PATBM di sini,” ujar Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan peluncuran aplikasi dan website KAMI BERLIAN oleh Menteri Bintang. Sebelumnya, para aktivis PATBM mendapatkan pelatihan terkait penggunaan aplikasi KAMI BERLIAN.

“Melalui aplikasi KAMI BERLIAN kita bisa melaporkan kejadian yang menimpa anak – anak Indonesia kapan pun dan di mana pun. Tujuan dari aplikasi ini adalah memperoleh laporan terkait kejadian yang menimpa anak yang perlu pertolongan, dan mempercepat merespon kasus. Kita harus memanfaatkan teknologi untuk mencegah kekerasan terhadap anak,” ujar Deputi Perlindungan Anak Kemen PPPA, Nahar.

Menteri Bintang juga meresmikan peluncuran 70 Mobil Perlindungan Perempuan dan Anak (MOLIN) kepada Pemerintah Daerah untuk mengoptimalkan sosialisasi, koordinasi antar unit layanan dan, upaya penjangkauan anak korban kekerasan. Menteri Bintang menyampaikan apresiasinya kepada para Fasilitator Daerah, Aktivis Desa/Kelurahan dan APH yang ikut berkomitmen mendukung program prioritas Presiden RI.

Dalam kegiatan Jambore Nasional KAMI BERLIAN, para Aktivis PTBM menghasilkan Deklarasi KAMI BERLIAN:

1. Menjaga keberlanjutan PATBM sebagai gerakan nasional perlindungan anak Indonesia.

2. Peduli terhadap pemenuhan hak anak.

3. Memperkuat peran keluarga dalam pengasuhan anak.

4. Meningkatkan kemampuan anak dalam melindungi diri dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya.

5. Mencegah perkawinan usia anak dan mempekerjakan anak.

6. Membangun lingkungan masyarakat yang responsif dan antisipatif terhadap kasus kekerasan pada anak melalui website kamiberlian.id. (sam)

(Visited 294 times, 1 visits today)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*