Germo Ancam Petugas dengan Pistol Rakitan

TangerangTribun.com, TANGERANG – Seorang petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang mendapat ancaman pria tidak dikenal yang diduga menggunakan senjata api rakitan saat melaksanakan kegiatan penegakan peraturan daerah No. 8 Tahun 2005 yang melarang segala kegiatan prostitusi di sekitaran Pasar Tanah Tinggi Kota Tangerang Sabtu dini hari kemarin.

Ancaman tersebut bermula saat petugas mendatangi salah satu gubuk yang diduga kuat menjadi salah satu lokasi yang biasa digunakan dijadikan tempat mesum dan mengamankan salah satu perempuan yang saat itu tengah melayani lelaki hidung belang.

Di saat yang bersamaan datang seorang lelaki yang diduga beking para PSK tersebut menghampiri petugas dengan mengeluarkan senjata api yang diduga rakitan dari balik bajunya.

“Pria tersebut memakai topi dan berkaos putih, namun setelah yang bersangkutan mengetahui petugas saat itu tidak sendiri langsung berlari ke arah pintu masuk tembok kedalam kebun lahan kemenkumham,” papar A. Ghufron Falfeli kepala bidang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat pada Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang kepada wartawan.

Ia menambahkan, petugas yang saat itu terdiri dari jajaran TNI/Polri tersebut sempat mengejar pria bertubuh tegap tersebut kearah kebun kosong., namun karna kondisi yang saat itu gelap dan dikhawatirkan membahayakan petugas, pada akhirnya puluhan petugas tersebut ditarik mundur.

“Kami berada di posisi yang kurang menguntungkan pada saat itu, saat itu kami lebih memilih menarik mundur anggota untuk menghindari hal hal yang tidak kami inginkan,” tuturnya.

Ia mengaku, dalam waktu dekat pihaknya akan membongkar gubug disekitar lokasi tersebut untuk mempersempit ruang gerak prostistusi di lokasi tersebut.

“Pasti akan kami bongkar, kami tidak ingin prostitusi tumbuh subur di lokasi tersebut,” jelasnya.

Ia mengaku, dalam operasi tersebut pihaknya berhasil mengamankan dua orang perempuan yang diduga PSK dan lima orang pasangan yang kedapatan berada didalam hotel.

“Dua orang yang diduga PSK telah kami kirim ke dinas sosial untuk dilakukan pembinaan, dan untuk pasangan yang kedapatan sedang berduaan didalam kamar hotel kami kirim mereka pulang setelah kami lakukan pendataan,” tukasnya. (sam)

(Visited 336 times, 1 visits today)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*