FJAS Gelar Coffe Morning ‘Upaya Meningkatkan Keamanan dan Keselamatan Penerbangan’

COFFE MORNING BANDARA
Acara diskusi Coffee Morning di Hotel Golden Tulip, Jalan Sudirman, Kota Tangerang, Rabu (11/7/2018). [TangerangTribun.com/Sam]

TangerangTribun.com – Komunitas Forum Jurnalis Airport Soetta (FJAS) menggelar acara Coffee morning dengan mengusung tema ‘Upaya Meningkatkan Keselamatan dan Keselamatan Penerbangan’ pada Rabu (11/07/2018) di Hotel Golden Tulip, Kota Tangerang.

Dalam acara tersebut, turut dihadiri Manager Humas Airnav Indonesia Yohanes sirait, Manager Jasa Angkasa Semesta Neneng Sumiyati selaku Narasumber Coffee Morning kali ini.

Puluhan mahasiswa dari Universitas Mahammadiyah Tangerang dan wartawan dari berbagai media pun duduk bersama mengikuti diskusi yang tertuang dalam secangkir Coffee Morning tersebut.

Di pertengahan acara, para audiens yang terdiri dari wartawan dan mahasiswa saling bertukar pikiran dengan para narsum yang sebelumnya sudah memberikan pemaparan-pemaparan mengenai kampanye keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Kami concern terhadap sistem navigasi penerbangan. Terutama dari arus lalu lintas udara yang dapat membahayakan. Potensi yang paling bahaya itu penggunaan laser oleh masyarakat di sekitar Bandara Soetta,” ujar Yohanes dalam diskusi Coffee Morning yang digelar di Hotel Golden Tulip, Jalan Sudirman, Kota Tangerang, Rabu (11/7/2018).

Menurutnya, sinar laser dapet mengganggu jarak pandang pilot ketika hendak landing. Ia menyebut ini sebagai ancaman yang membahayakan bagi dunia penerbangan.

“Selain itu masih ada juga warga yang bermain layang – layang dan drone di sekitar bandara. Ini sangat menganggu sistem navigasi,” ucapnya.

Yohanes menjelaskan jajarannya terus melakukan sinergi dengan Pemda setempat guna mengatasi masalah ini. Baik itu Pemerintahan Kota Tangerang dan Pemerintahan Kabupaten Tangerang.

“Kami akan lakukan komunikasi yang rutin dengan Pemda,” kata Yohanes.

“Kami ini kan hanya sebatas operator. Jadi tidak bisa merazia masyarakat yang bermain laser, layangan, dan drone. Tapi terus dilakukan sosialisasi serta pencegahan,” jelasnya.

Hal senada pun di katakan Putri (23) satu dari mahasiswa UMT. Ia mengaku menjadi sedikit paham mengenai keamanan dan keselamatan dalam di dunia penerbangan yang berada di Indonesia setelah mengikuti diskusi kali ini.

“Bermanfaat sekali mas, karena saya jadi tahu informasi keselamatan dan keamanan di dunia penerbangan setelah dijelaskan oleh Pak Yohanes dari Airnav Indonesia dan Ibu Neneng dari Jasa Angkasa Semesta,” ungkapnya.

“Semoga kedepannya diskusi seperti ini ada lagi mas, supaya sedikit demi sedikit saya dan rekan rekan kampus saya, wawasan di dunia penerbangan jadi bertambah,” harapnya. (sam)

(Visited 415 times, 1 visits today)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*