Dishub Gelar Pembinaan Pada Dalops Tangsel

TangerangTribun.com, TANGSEL – Kepala Dinas Perhubungan Tangsel Purnama Wijaya kembali bersilaturahmi dengan Pengendalian dan Pengawasan (Dalops) berlangsung di MAN Insan Cendikia. Silaturahmi ini tahap kedua yang mana sebelumnya sudah diadakan beberapa pekan lalu.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangsel, Purnama Wijaya menyampaikan beberapa pekan kemarin, telah menyelenggarakan silaturahmi bersama ratusan Dalops dan pada Rabu 9 Oktober 2019 kembali melakukan silaturahmi tahap yang kedua. Karena personelnya hanya 260 orang, maka terbagi menjadi dua, supaya personel yang di lapangan tetap bertugas.

“Yang lalu kami juga mengundang sebagain Dalops untuk bersilaturahmi tapi tidak semua. Jika semua kami undang nanti tidak ada yang jaga di lapangan. Maka hari kembali bersilaturahmi dengan tujuan saya baru harus kenal dengan para anggota Dalops,” katanya.

Di samping itu pihaknya memberikan motivasi kepada personel Dalops agar tetap komitmen dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Pasalnya Dalops sebagai representatif pemerintah di tengah masyarakat. Jika ada kemacetan di tengah jalan maka masyarakat akan melihat Dishub sebagai institusi pemerintah. Jika tidak ada pasti akan ditanya, pemerintah kemana?

“Oleh karena itu, para personel harus dalam menjalankan tugas selalu melakukan yang terbaik untuk membantu masyarakat dengan mengatur lalu lintas yang mana ada banyak titik-titik kemacetan di Tangsel. Tetap semangat dan tersenyum kepada pengguna jalan,” tambah ia.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie bahwa Pemkot Tangsel tentunya berkomitmen dalam memberikan dukungan anggaran secara jelas kepada personel Dalops,  kepada bapak dan ibu supaya saat bertugas lebih optimal. Oleh sebab itu, jangan pernah merasa tidak semangat dalam menjalankan tugas karena masyarakat mempercayakan kepada bapak dan ibu sekalian.

“Sesulit apapun harus dijalani dengan baik. Pemkot berterima kasih atas dedikasinya kepada anggota Dalops. Saya selalu di dampingi oleh Dalops selama ini saat melakukan kegiatan di masyarakat,” kata Benyamin.

Tentu negara harus hadir di tengah masyarakat. Kapan negara hadir dan bisa dilihat oleh masyarakat yaitu di saat kondisi jalan tengah ruwet dan anggota Dalops turun tangan untuk mengurai kemacetan. Di situlah masyarakat bentul-betul merasakan kehadiran pemerintah. Masyarakat tidak melihat apakah dia honorer atau PNS. Yang mereka, tahu bapak dan ibu menggunakan baju Dihsub dan itu adalah wakil dari pemerintah.

“Bagaimanapun itu, masyarakat tidak melihat PNS atau bukan. Tapi kalau sudah masuk ini, kita menjadi representasi PNS di masyarakat. Jika terjadi kemacetan dan tabrakan, masyarakat akan bilang kemana Pemkot Tangsel. Maka jika ada Dishub masyarakat percaya bahwa pemerintah ada untuk masyarakat,” jelasnya. (sam/infokom)

(Visited 224 times, 1 visits today)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*