Diduga TKI Nonprosedural, Keberangkatan Ratusan WNI Ditunda Pihak Imigrasi Bandara Soetta

Konferensi Pers Imigrasi Bandara Soekarno Hatta, Selasa (19/11/2019). [TangerangTribun.com/Sam]

TangerangTribun.com, BANDARA – Tempat Pemeriksaan lmigrasi (TPI) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta tercatat selama Januari hingga Oktober 2019 melakukan penundaan keberangkatan terhadap sekitar 245 WNI yang diduga akan menjadi TKI Non Prosedural di luar negeri. Proses penundaan ini dilakukan setelah petugas melakukan wawancara terhadap WNI yang akan berangkat terkait dengan maksud dan tujuan mereka melakukan perjalanan keluar negeri.

Kepala Kantor lmigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno Hatta, Safiar Muhammad Godam mengatakan bahwa bagi mereka yang ditunda keberangkatannya, diberikan Surat Tanda Penerimaan bahwa paspor mereka ditarik sementara oleh petugas dan dikirimkan ke Kantor Imigrasi yang menerbitkan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pada periode yang sama, lmigrasi Soekarno-Hatta juga sudah menolak sebanyak 1.488 Warga Negara Asing (WNA) masuk ke wilayah Indonesia. Dari angka tersebut, India merupakan Negara yang warga negaranya terbanyak ditolak masuk yaitu 252 orang. Di tempat kedua adalah Bangladesh sebanyak 170 orang dan selanjutnya berturut-turut Srilanka sebanyak 132 orang. China 105 orang dan Nigeria 93 orang. Penolakan masuk ini sebagian besar dikarenakan oleh beberapa hal, antara lain alasan keimigrasian hingga masuk dalam daftar tangkal.

“Tentunya orang asing yang diperbolehkan masuk wilayah Indonesia adalah yang tidak berbahaya dan memberikan manfaat bagi negara kita,” kata Godam.

“Hal ini dilakukan sebagai bentuk penegakan kedaulatan Negara Republik Indonesia,” lanjutnya.

Terkait dengan kedatangan dan keberangkatan penumpang sampai dengan Oktober 2019, penumpang yang melintas pada terminal kedatangan tercatat sudah sekitar 6.456.529 penumpang. Dengan rincian, WNl sebanyak 4.099.640 sementara untuk WNA sebanyak 2.356.889 orang.

Angka kedatangan ini naik jika dibanding pada periode yang sama tahun 2018 sebanyak 6.291 824 orang. Sedangkan, pada terminal keberangkatan, tercatat sudah sek’nar 6.756.818 yang melintas. Dengan rincian 4.284.537 ada\ah WNI dan 2.472.281 adaiah WNA.

Dalam hal pelayanan bagi WNI, paspor yang sudah diterbitkan selama periode Januari-Oktober 2019 adalah sebanyak 37.180. Dari total tersebut, sekitar 19.969 merupakan penerbitan paspor blasa 48 halaman, dan 17.211 adalah paspor alektronik. Jumlah penerbitan paspor mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018, di mana penerbitan paspor sebanyak 45.682 dengan rincian 23.933 paspor biasa 48 halaman dan 21.749 paspor elektronik.

“Tahun 2019 ini memang terdapat penemuan penerbitan paspor sebesar hampir 20 persen jika dibanding tahun lalu dalam perioce yang sama,” kata Godam.

Sedangkan, untuk Izin Tinggal bagi WNA, selama periode yang sama tercatat sudah sekitar 4.830 dokumen perizinan tinggal yang sudah dilayani oleh Imigrasi Soekarno-Hatta yang terdiri dari Izin Tinggal Kunjungan, Izin Tinggal Terbatas dan Izin Tinggal Tetap. (sam)

(Visited 301 times, 1 visits today)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*