Cemas Resesi Ekonomi, Dongkrak Sektor Properti Skandinavia Lagom Product Knowledge

TangerangTribun.com – Situasi ekonomi global mengalami kecemasan, pasalnya saat ini kondisi global penuh dengan ketidak pastian dalam masa perang dagang Cina dan AS yang masih berlanjut, dan membuat pelemahan ekonomi kian bergejolak. Kondisi tersebut bahkan berpotensi menimbulkan resiko resesi ekonomi global. Presiden Joko Widodo pada peresmian pembukaan Musyawarah Nasional XVI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia juga mengutarakan bahwa perang dagang masih kerap menghantui ekonomi Indonesia dan kemungkinan potensi resesi pada 1 tahun hingga 1,5 tahun yang akan datang mulai diprediksi oleh para pakar.

Mengantisipasi gejolak tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pihaknya berupaya meningkatkan kinerja ekspor di Indonesia. Selain itu, pemerintah juga berupaya menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) agar tetap efisien.

Presiden juga mengajak Indonesia untuk mempertahankan diri agar tidak terkena dampak, apalagi lndonesua dluntungkan dengan terjadinya revolusi konsumen. Berdasarkan keterangan Presiden. sebanyak 141 juta penduduk naik kelas menengah dan kelas atas. Ini menguntungkan karena akan menarik investasi dari luar dan ke dalam negeri, juga investasi di dalam negeri.

lnvestasi di beberapa elemen pun sudah mengalami kenaikan, misalnya pada emas dan properti. Harga emas terus naik bahkan menembus rekor. Sektor properti juga mengalami hal yang sama, kelas atas yang memang telah memahami antisipasi resesi, akan memilih investasi pada elemen-elemen yang aman, salah satunya properti. Ditambah lagi dengan rencana pemerintah untuk menghapus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang selama ini dianggap menjadi salah satu penghalang masuknya investasi ke Indonesia. Kelonggaran untuk pelaku usaha di sektor properti diberikan yakni seperti pemangkasan Paiak Penghasilan (pph) 22 untuk penjualan hunian sangat mewah dari 5% menjadi 1%. Tarif itu berlaku pada rumah beserta tanahnya dengan harga jual lebih dari Rp 30 miliar atau luas bangunan |ebih dari 400m2. Tarifjuga berlaku pada apartemen, kondominium, dan sejenisnya dengan harga jual di atas Rp 30 miliar dengan luas diatas 150m2. Dengan kata Iain, hanya hunian mewah yang meliputi rumah, apartamen, kondominium, town house, atau sejenisnya yang bernilai diatas Rp 30 miliar yang dikenakan PPnBM sebesar 20%.

”Ini otomatis merangsang pertumbuhan properti, dengan kelonggaran lMB ini akan mendorong masuknya investasi dari luar ke dalam negeri yang dapat menjadi modal pengembang guna mempercepat penyediaan produk bagi konsumen,” pungkas Norman Eka Saputra pada Launching Skandinavia Lagom di Ballroom Novotel Tangerang. 20/19. ‘Unit-unit di Skandinavia telah siap ditempati, lebih dari 650unit telah siap diserah terimakan kepada pembeli. Ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi mereka yang ingin investasi dalam waktu yang singkat. Dengan produk yang sudah ready, kami perhitungkan Return of Investment (ROI) bisa didapatkan hanya dalam waktu 7 tahun. Apalagi pada Skandinavia Lagom ini, starting price 850 juta unfurnished, akan mendapat bonus desain interior dan gambar kerja karya interior consultant kami Bitte Design Studio yang sudah banyak mengerjakan berbagai proyek yang memenangkan banyak award seperti diantaranya Artotel Haniman Ubud, Mr. Fox, Beer Hal dan banyak lagi. Konsumen dapat menggunakan bonus interior desain ini untuk mem~ furnished unitnya dengan waktu yang lebih efisien hingga kemudian dapat segera disewakan atau ditinggali. Kami yakin tanggapan pasar akan baik,” tambahnya.

Skandinavia Lagom sendiri merupakan produk terakhir yang diluncurkan oleh perigembang apartemen Skandinavia, PT Pancakarya Griyatama, Tangerang. Produk ini merupakan produk penghabisan dimana hanya tersisa 200an unit dengan luasan semigross 44,81m2 yang terbagi menjadi dua tipe yakni 1 bedroom suite den 2 bedroom junior yang masih menjadi unggulan pengembang. Dengan fasilitas yang sudah lengkap seperti swimming pool, guests room, fitness center dan terletak persis disebelah Tangcity Mall, pengembang yakin dalam momentum peralihan dan kenaikan investasi terhadap properti yang sedang terjadi, keunggulan-keunggulan yang dimiliki pada produknya ini akan semakin menarik minat konsumen. (sam)

(Visited 464 times, 1 visits today)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*