Benahi Kesemrawutan di Pasar Anyar, Petugas Lakukan Penertiban Pedagang Liar

pasar anyar tangerang
Pasar Anyar Tangerang. [Istimewa]

TangerangTribun.com, ┬áTANGERANG – Dituding menjadi penyebab kemacetan dan kesemrawutan, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) liar di sekitaran Pasar Anyar, Kota Tangerang ditertibkan. Aparat Satpol PP Kota Tangerang melakukan penertiban di lokasi tersebut pada Selasa (11/6/2019).

Dalam penertiban ini sempat terjadi ketegangan dan adu mulut antara petugas dan para pedagang. Mereka memberontak dan menolak saat ditertibkan.

“Kalau kami tidak berjualan, kami mau makan apa? Kasih lah kami sedikit dispensasi modal, yang kami keluarkan juga belom balik,” ujar Junaidi (38) satu dari pedagang buah di Pasar Anyar, Kota Tangerang sambil merengek kepada petugas.

Dirinya mengaku tertarik untuk berjualan lantaran di lokasi tersebut masih terdapat ruang untuk menggelar lapak dagangannya. Padahal di tempat itu merupakan zona merah banyak dilalui pengendara yang melintas.

“Diajak teman dagang di sini,” ucapnya.

Kendati demikian, petugas yang dibantu oleh unsur TNI serta Polri ini tetap melakukan penertiban terhadap para pedagang yang membandel itu. Para PKL liar tersebut dilakukan penyitaan terhadap barang – barang dagangannya oleh aparat.

Kepala Trantib Satpol PP Kota Tangerang, Ghufron Falfeli menjelaskan kegiatan penertiban dan penataan ini untuk mencegah para PKL yang baru itu berjualan di Pasar Anyar. Sebab nantinya akan tumbuh subur pedagang – pedagang liar yang mengganggu ketertiban umum di lokasi tersebut.

“Penertiban yang kami laksanakan sepekan yang lalu bukan untuk membuka pintu bagi pedagang baru untuk berjualan di sekitaran lokasi itu, yang harus digaris bawahi adalah penertiban yang kami lakukan hari ini agar kenyamanan warga dapat terus terjaga. Sehingga Pasar Anyar yang menjadi ikon Kota Tangerang tidak terkesan semrawut dan kumuh,” kata Ghufron.

Ia menyatakan pihaknya akan melakukan serangkaian pengawasan di kawasan ini. Hal itu dilakukan agar pengunjung pasar yang mayoritas warga Kota Tangerang dapat lebih nyaman berkunjung.

“Kami tidak pernah melarang siapa pun untuk berjualan. Hanya saja kami mengimbau untuk berjualan di tempat – tempat yang telah disediakan. Jika memang ditemukan pelanggaran, kami tidak akan segan – segan menerapkan sanksi yang lebih tegas kepada mereka,” ungkapnya.

Ghufron menambahkan, jajarannya tidak hanya melakukan penertiban dan penataan di Pasar Anyar saja. Akan tetapi di beberapa pasar lainya yang kerap kali dikeluhkan masyarakat.

“Itu sudah pasti kami akan lakukan penataan karena kebanyakan dari mereka telah merampas paksa hak pengguna jalan dan masyarakat lainnya dengan berjualan di atas trotoar. Tidak sedikit lapak yang dipakai memakan hampir separuh badan jalan,” beber Ghufron.

Dirinya mengaku akan terus berupaya menciptkan kenyaman melalui serangkaian penertiban dan penataan. Kendati tidak jarang pihaknya kerap mendapat cibiran dari masyarakat yang terkena dampak langsung atas kegiatan yang dilakukannya.

“Mungkin yang merasa dirugikan hanya sebagian pedagang, tapi lihat masyarakat pengguna jalan yang kini bisa tersenyum lantaran tidak lagi terjebak kemacetan di sekitaran lokasi itu,” paparnya. (vik)

(Visited 324 times, 1 visits today)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*