Bea Cukai Bandara Soetta Musnahkan Ribuan HP Import Ilegal Seharga Miliaran Rupiah

TangerangTribun.com, BANDARA – Semakin maraknya transaksi perdagangan internasional yang dipncu dengan kemudahan akses komunikasi dan teknologi, utamanya melalui jaringan intemet, menyebabkan kuantitas impor barang ke Indonesia meningkat tiap tahunnya. Hal yang sama berlaku juga untuk importasi berupa smartphone. Dalam periode waktu satu tahun saja, berbagai platform produsen mengeluarkan beragam tipe smartphone untuk bersaing di pasar, termasuk di Indonesia. Dinamika persaingan ini Iebih terasa Iagi di kalangan konsumen. Masyarakat berbondong-bondong untuk menjadi yang paling eksis dan update dari segi kepemilikan dan informasi tentang gadget baru.

Animo ini disambut baik oleh distributor gadget di Indonesia untuk secara cepat menyediakan produksi-produksi terbaru tersebut ke Indonesia. Tidak sedikit pula yang akhirnya menempuh jalan ilegal demi meraup keuntungan pribadi. Berbagai cara ilegalpun dilakukan baik dengan mekanisme barang penumpang ataupun impor melalui kargo. Masuk dan beredarnya gadget ilegal ke Indonesia akan menyebabkan persaingan yang tidak sehat (unfair competition) terhadap produsen ataupun distributor barang sejenis. Oleh karena itu, sudah seyogyanya setiap barang impor yang masuk ke Indonesia memenuhi prosedur dan perijinan impor yang ditetapkan serta membayar bea masuk dan pajak dalam rangka impor yang akan berefek pada keseimbangan persaingan pasar di dalam negeri serta tumbuh kembangnya perekonomian.

Dalam periode tahun 2018, tidak kurang dari 2.464 unit gadget dengan perkiraan nilai sebesar Rp 3,5 Miliar yang diimpor secara ilegal melalui terminal kedatangan internasional ataupun terminal kargo berhasil ditegah oleh Petugas Bea Cukai di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU BC) Tipe C Soekarno-Hatta. Barang hasil penindakan akan menjadi Barang Dikuasai Negara (BDN) karena pada saat impornya tidak memiliki perizinan tertentu serta tidak diberitahukan atau diberitahukan secara tidak benar dalam pemberitahuan pabean. BDN kemudian ditetapkan menjadi Barang Milik Negara (BMN) oleh kepala kantor pabean dengan menerbitkan keputusan mengenai penetapan BMN yang kemudian ditempatkan di Tempat Penimbunan Pabean (TPP) dan dibukukan dalam Buku Catatan Pabean (BCP) mengenai BMN. Direktur Jenderal atau pejabat yang ditunjuk selanjutnya menyampaikan kepada Menteri Keuangan mengenai daftar BMN beserta usulan penyelesaian BMN untuk dilelang, dimusnahkan, atau ditetapkan status peruntukannya. Untuk BMN yang diputuskan untuk dimusnahkan, pelaksanaan pemusnahannya dilakukan oleh pejabat bea cukai dan dituangkan dalam berita acara pemusnahan.

Dalam acara pemusnahan barang milik negara yang digelar di KPU BC Tipe C SoekarnoHatta pada hari Rabu, 8 Oktober 2019. Erwin Situmorang selaku Kepala KPU BC Tipe C Soekarno-Hatta menjelaskan bahwa jumlah BMN yang dimusnahkan sejumlah 108 koll yang terdiri dari berbagai jenis barang selumlah 2.464 unit gadget antara Iain: 27 unit Iphone X3 266 unit, Iphono X, 225 unit Iphono 8+. 54 unit Iphone 8, 72 unit dan lphone 7, sebanyak 26 unit, handphone tiruan merk Samsung 89+. 1.600 unit Handphone merk Xiaomi, dan 194 unit gadget beragam tipe dan kondisi yang merupakan hasil penindakan bea cukai selama periode tahun 2018. (sam)

(Visited 349 times, 1 visits today)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*