Atasi Permasalahan Pasar Induk, Pemkot Tangerang Minta Pemprov Turut Andil

Atasi Permasalahan Pasar Induk, Pemkot Tangerang Minta Pemprov Turut Andil
(TangerangTribun.com/Sam) - Aksi demo para pedagang Pasar Induk Tanah Tinggi, Kota Tangerang.

TangerangTribun.com – Menindaklanjuti persoalaan yang terjadi di Pasar Induk Tanah Tinggi, Kota Tangerang, pihak Pemkot memberikan beberapa tanggapanya mengenai pengelolaan pasar yang merupakan terbesar satu – satunya yang ada di Provinsi Banten itu.

Menurut Felix keberadaan Pasar Tanah Tinggi, Tangerang sangat mengganggu ketertiban umum. Arus lalu lintas menjadi semrawut dan kemacetan panjang pun sulit terurai.

“Macetnya parah, karena proses loading barang juga kerap dilakukan di sisi jalan,” ungkapnya.

Dan juga sangat membahayakan bagi para pengendara. Pasalnya lokasinya berdekatan langsung dengan perlintasan sebidang di Jalan Sudirman, Tanah Tinggi, Tangerang.

“Di sampingnya juga ada Stasiun Tanah Tinggi, jadinya arus lalu lintas tambah semrawut,” imbuh Felix.

Ia mengungkapkan pihaknya rencananya akan membangun under pass di sekitar lokasi tersebut guna mengurai kemacetan. Dan berkoordinasi dengan PT KAI guna memecahkan persoalan ini.

“Kami akan bicara agar keberadaan Stasiun Tanah Tinggi tidak dekat sama pasar dan perempatan jalan kepada pihak PT KAI,” tuturnya.

Selain itu, Felix juga meminta agar Provinsi Banten turut andil dalam memecahkan carut marut yang terjadi di Pasar Tanah Tinggi. Pihaknya dalam waktu dekat ini akan bersurat kepada Pemprov Banten.

“Kami juga meminta peran Provinsi untuk membantu mencari solusinya. Ini kan pasar induk satu – satunya yang ada di Provinsi Banten,” jelas Felix.

Ia menyampaikan agar Pemprov Banten dapat membantu menata pasar ini. Terlebih banyak masyarakat yang tergantung dengan keberadaan pasar ini.

“Sayur – sayuran dan buah – buahanan di Pasar Induk Tanah Tinggi kan dikirim ke berbagai daerah. Dan banyak juga menyerap tenaga kerja,” terangnya.

Kendati demikian konflik sosial pun tak dapat terhindarkan. Keberadaan pasar ini juga kerap menimbulkan keributan antar masing – masing kelompok.

“Kami minta sih ke Pemprov Banten dapat merelokasi pasar ini ke daerah lain, jika memang banyak menimbulkan berbagai permasalahan,” papar Felix. a

(Visited 103 times, 1 visits today)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*