Aksi Tawuran Pecah di Tangerang, Satu Orang Tewas

TangerangTribun.com, TANGERANG – Jajaran kepolisian Polres Metro Tangerang  berhasil mengungkap kasus tawuran kedua kelompok warga yang menewaskan satu korban jiwa dengan penuh luka sayatan benda tajam yang terjadi pada hari Minggu (09/10/2019) di Wilayah Sepatan, Kota Tangerang.

Diketahui korban bernama Ahmad Rifky Andrean(16) satu dari pelajar yang tewas tergeletak dengan penuh luka bacok di depan SDN 2 Karet Ds. Karet Kec. Sepatan Kab. Tangerang Banten.

Hal tersebut dijelaskan langsung oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Prayogo saat melaksanakan press rilis kasus dengan para wartawan, Senin (10/6/2019) di lobby utama Polres Metro Tangerang.

“Awalnya kami mendapat laporan  dari warga setempat ada jenazah seorang remaja yang terbaring dengan penuh luka di depan salah satu sekolah dasar (SD) di wilayah Sepatan Tangerang. Kemudian Tim Reskrim Polsek sepatan yang dibantu oleh petugas Polres Metro Tangerang melakukan penyelidikan terhadap korban dan berhasil mengamankan 15 pelaku insiden tawuran dari kedua kelompok tersebut,” ucap Prayogo.

Ternyata setelah kami interograsi para pelaku, Lanjut Prayogo, kejadian tersebut sudah dijanjikan oleh kedua kelompok tersebut yang masing masing sudah dikomandoi oleh ketua mereka lewat media sosial.

“Ada 15 pelaku tawuran yang sudah kami berhasil tangkap, dan masih ada lima pelaku lagi yang hingga saat ini masih kami kejar. Salah satunya adalah ketua dari kelompok tersebut yang berinisial DE selaku admin grup,” jelasnya.

“Kasus ini masih kami dalami terus, para pelaku kami jerat dengan pasal 338 kuhp. Dimana semua pelaku sudah tidak sekolah dan belum bekerja,” sambungnya.

Akibat kreadian tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya :

1. 5 (lima) buah sajam jenis clurit.

2. 2 (dua) buah sajam jenis gergaji.

3. 1 (satu) buah senter kejut.

4. 2 (dua) buah parang.

5. 6 (enam) unit sepeda motor.

“Akibat kejadian ini, saya menghimbau kepada RT dan RW untuk menjaga dan selalu memantau lingkungan. kita harus peduli terhaap lingkungan kita, yaitu RT dan RW apabila ada anak yang membuat sajam harus di tanyakan kegunaannya untuk apa. Dan saya mengimbau kepada orangtua  harus diperthatikan sekali anak-anak mereka. Apabila anaknya pergi membawa tas yang dibawa dengan gelagat yang mencurigakan, segeralah untuk memeriksanya,” imbau prayogo. (sam)

(Visited 319 times, 1 visits today)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*